(NGOPI JAMPING) NGObrol asPIrasi JAjaran samPING Kelurahan Bumiayu



(NGOPI JAMPING) NGObrol asPIrasi JAjaran samPING Kelurahan Bumiayu

Ngopi Jumping Bersama Wawali Kota Malang; mengupas tuntas permasalahan sekitar Bumiayu

Pemerintah Kota Malang memiliki progam untuk mendekatkan dengan masyarakatnya, salah satunya yakni NGOPI JAMPING (NGObrol asPIrasi JAjaran SamPING).

Kali ini Kelurahan Bumiayu berkesempatan mengadakan acara Ngopi Jumping pada Hari Jumat, 4 Oktober 2019 berlokasi di Balai RW 02 (Jl. Bayam) yang dihadiri Wakil Walikota Malang, Camat Kedungkandang, Kapolsek Kedungkandang, Dandim Kota Malang, dan lurah se- Kecamatan Kedungkandang. Mereka menyambut dialog bersama 150 warga dari berbagai elemen masyarakat Bumiayu. Mulai dari Ketua RW dan RT se- Kelurahan Bumiayu, Tokoh Agama, Ibu-Ibu PKK serta Karang Taruna Bumiayu.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan NGOPI JAMPING sebagai salah satu sarana komunikasi informal untuk saling mengemukakan aspirasi warga setempat. dalam acara tersebut beliau juga menginformasikan sebuah aplikasi baru bernama Qasir yang dapat membantu memasarkan produk UMKM malang. Selain itu beliau juga memaparkan sebuah progam baru bernama Rantang Kasih yang ditujukan untuk warga kota Malang yang tinggal sebatangkara, tua dan sakit.

ada 3 poin permasalahan utama yang berada di wilayah Bumiayu, yang dipaparkan oleh iswahyudi selaku Ketua karang taruna Bumiayu yakni :

Segi Kesenian, Bumiayu memiliki kesenian jaranan yang berlokasi di Jl. Lembayung namun belum ada yang menaungi.Segi Industri, Butuh dukungan UMKM bumiayu karena sudah layak dan mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. salah satunya adalah UMKM keripik cassava dan Boneka. Harapannya dalam musrenbang nanti akan ada klinik pemasaran UMKM tersebut.Segi Sarana dan Prasana, permasalahan yang paling d soroti yakni mengenai jembatan menuju pusat kota. yakni jembatan bumiayu – mergosono yang selalu macet dan kapasitasnya belum kuat. Jembatan Balak yang kurang perawatan dan jembatan di Jl. terong yang jalannya masih makadam. selain itu, masalah perumahan di RW 06 yang belum diserahkan ke Pemkot, sehingga tidak bisa mendapatkan dana untuk pembangunan.

Selain pemaparan masalah yang terjadi, juga diadakan sesi tanya jawab dengan warga yang hadir. harapannya dengan diadakan Ngopi Jumping, Pemerintah Kota Malang dapat menampung semua aspirasi warga serta mengetahui segala permasalahan yang ada dan segera dapat menanggulanginya. (dari berbagai sumber)

 

post by shies

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *